Ada sesuatu yang menenangkan dari kehadiran tanaman hijau di dalam ruangan. Bukan hanya soal estetika, tanaman tertentu, seperti tanaman penyerap debu ternyata juga diam-diam bekerja menjaga kualitas udara, menyaring partikel berbahaya, melembabkan udara, dan menciptakan suasana yang lebih segar dan nyaman untuk ditinggali setiap harinya.
Menghadirkan tanaman penyerap debu di dalam ruangan adalah salah satu cara paling sederhana namun berdampak besar untuk meningkatkan kualitas udara dan kenyamanan hunian Anda. Tidak perlu banyak, bahkan satu atau dua tanaman yang tepat sudah cukup untuk membuat perbedaan yang nyata dan terasa.
Namun, memilih tanaman yang tepat untuk ruangan di dalam rumah memang perlu sedikit pertimbangan. Tidak semua tanaman memiliki kemampuan yang sama dalam menyerap debu dan polutan udara. Oleh karena itu, pilih yang benar-benar dibutuhkan untuk ruangan.
Tanaman Penyerap Debu Terbaik untuk Dalam Ruangan
Berikut pilihan tanaman penyerap debu dalam ruangan yang bisa menjadi teman setia hunian Anda. Tidak perlu harus ditanam semua, pilihlah satu terlebih dahulu, rawat dengan penuh perhatian, dan rasakan sendiri manfaatnya untuk hunian Anda. Nah, beberapa diantaranya meliputi:
1. Lidah Mertua (Sansevieria)

Lidah mertua adalah salah satu tanaman penyerap debu yang paling dikenal dan paling mudah dirawat. Daunnya yang tegak dan berwarna hijau tua dengan garis-garis kuning di tepiannya menjadikannya elemen dekoratif yang sekaligus bermanfaat. Tanaman ini mampu menyerap debu dan racun pada udara bahkan di malam hari.
Lidah mertua sendiri sangat toleran terhadap kondisi pencahayaan yang minim. Selain itu, juga tidak perlu terlalu sering disiram, sehingga ocok sekali untuk Anda yang menginginkan udara bersih tanpa harus repot merawat tanaman setiap hari. Anda bisa meletakkan tanaman ini di sudut ruang tamu atau kamar tidur.
2. Peace Lily (Spathiphyllum)

Peace lily atau bunga lili perdamaian adalah tanaman penyerap debu dalam ruangan yang memancarkan ketenangan dan keindahan. Bunganya yang putih bersih dan lembut sangat diminati banyak orang untuk memberikan kesan soft pada sebuah ruangan.
Peace lily sendiri dapat tumbuh baik di tempat yang teduh dengan sedikit cahaya. Sehingga, menjadikannya pilihan tepat untuk sudut ruangan yang tidak terjangkau sinar matahari. Satu hal yang perlu diperhatikan tanaman ini beracun jika tertelan, sehingga sebaiknya diletakkan di tempat yang tidak terjangkau oleh anak kecil atau hewan peliharaan.
3. Spider Plant (Chlorophytum Comosum)

Spider plant atau tanaman laba-laba adalah pilihan tanaman penyerap debu yang sangat ramah untuk pemula. Daunnya yang panjang, melengkung, dan berwarna hijau terang dengan garis putih di tengahnya tumbuh dengan penuh kesegaran, seolah melambaikan tangan menyambut setiap orang yang masuk ke ruangan.
Tanaman ini sangat efektif menyerap formaldehida dan karbon monoksida, dua polutan yang paling umum ditemukan di dalam rumah. Spider plant juga tumbuh sangat cepat dan mudah dikembangbiakkan. Anak-anak dari tanaman yang tumbuh dari induknya bahkan bisa dipotong dan ditanam di pot baru.
4. Tanaman Pakis Boston (Nephrolepis Exaltata)

Pakis Boston adalah tanaman penyerap debu yang bekerja dengan cara yang sedikit berbeda dari kebanyakan tanaman lainnya. Selain menyaring partikel debu dan polutan udara, tanaman ini juga berfungsi sebagai pelembab alami yang membantu menjaga kelembaban udara di dalam ruangan tetap pada level yang nyaman.
Daun-daunnya yang lebat, hijau, dan menjuntai dengan anggun sangat cocok digantung di dekat jendela atau diletakkan di atas rak yang tinggi. Bagi Anda yang tinggal di ruangan ber-AC yang udaranya cenderung kering, kehadiran pakis boston bisa menjadi solusi alami yang menyegarkan.
5. Rubber Plant (Ficus Elastica)

Rubber plant adalah tanaman penyerap debu dengan penampilan yang menawan. Daunnya yang besar, mengkilap, dan berwarna hijau tua, terkadang dengan semburat merah atau ungu di beberapa varietasnya, menghadirkan kesan yang segar dan mewah sekaligus.
Sebagai salah satu jenis tanaman indoor yang semakin populer dalam dunia desain interior, rubber plant tumbuh baik di tempat dengan cahaya tidak langsung yang cukup. Untuk perawatan, Anda bisa menyeka daunnya secara berkala dengan kain lembab. Hal ini guna memaksimalkan kemampuan penyerapan debu sekaligus menjaga tampilannya tetap berkilau.
6. Aloe Vera

Lidah buaya atau aloe vera mungkin lebih dikenal sebagai tanaman obat, namun kemampuannya sebagai tanaman penyerap debu tidak kalah mengesankan. Tanaman ini efektif menyerap formaldehida dan benzena, dua zat kimia yang sering dilepaskan oleh cat dinding, produk pembersih rumah, dan berbagai bahan sintetis di dalam ruangan.
Aloe vera sangat mudah dirawat dan tidak membutuhkan penyiraman yang sering. Cukup letakkan di dekat jendela yang mendapat sinar matahari cukup, siram 2 atau 3 kali dalam seminggu, dan biarkan tanaman ini membersihkan udara di sekitar Anda setiap harinya.
7. ZZ Plant (Zamioculcas Zamiifolia)

ZZ plant adalah tanaman penyerap debu yang sempurna untuk Anda yang menginginkan keindahan tanpa kerumitan perawatan. Daunnya yang tebal, mengkilap, dan tumbuh berselang-seling pada batang melengkung memberikan tampilan yang sangat elegan. Tanaman ini mampu bertahan dalam kondisi cahaya sangat minim dan jarang disiram.
Kehadiran ZZ plant di ruang tunggu, lobi, atau area kerja memberikan nuansa yang menenangkan. Bagi Anda yang sedang merancang interior klinik dokter atau ruang praktik yang ingin tampil bersih, hijau, dan menenangkan bagi para pasien, ZZ plant adalah pilihan yang sangat direkomendasikan.
Itulah beberapa jenis tanaman yang bisa menyerap debu. Mulailah dari tanaman yang paling sesuai dengan kondisi ruangan dan gaya hidup Anda. Meskipun ada beberapa yang low maintenance, tapi tetap rawat tanaman tersebut secara rutin untuk mendapatkan manfaat yang optimal. Semoga bermanfaat.